Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part II

Sudah lama sekali catatan ini menggantung, tadinya mau saya lanjutkan tapi karena harus mempersiapkan pendakian ke semeru, akhirnya catatan pendakian merbabu part II ini saya lanjutkan sekarang. Oia Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part I ada disini.

Okey saya lanjut. Haripun berganti Minggu, saya dan teman-teman STO bangun subuh hari karena memang kami berencana untuk berangkat pagi-pagi sekali, setelah bangun kami lanjut sholat subuh di musholla yang ada di atas Mapala Satau Bumi ini, setelah selesai sholat subuh kami mempersiapkan perlengkapan pendakian dan logistik, caril yang dibawa hanya enam termasuk satu caril yang dibawa oleh anak satu bumi, satu caril yaitu caril rafli dititipkan di sekretariat satu bumi untuk menghemat tenaga nantinya kita akan bergantian menggendong si caril dalam pendakian. Kami pun siap berangkat menuju terminal, kami dianter menggunakan sepeda motor oleh kawan-kawan satu bumi.

Persiapan menuju Terminal diantar oleh kawan dari Satu Bumi

Kamipun berangkat meninggalkan sekretariat satu bumi menuju terminal yang letaknya lumayan jauh, sekitar 40 menit, tapi diperjalanan anak mapala satu bumi mengajak kami untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke terminal dan memulai pendakian, ini sangat berguna sekali karena energi yang akan kita keluarkan amatlah banyak nantinya, jadi biasakanlah sarapan sebelum mendaki.. hehehe
Sarapan sebelum pendakian


Setelah sarapan kami pun diantarkan menuju terminal (Saya lupa namanya) dari terminal kami menggunakan bus, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam-an menuju desa blabak, dari desa blabak kami melanjutkan dengan kendaraan mobil pick-up tertutup menuju boyolali, setelah tawar menawar kami pun siap berangkat, kalau tidak salah biayanya sekitar 100rban.
 Tiba di Desa blabak
Di dalam mobil Pick-up menuju Boyolali

Oia hampir lupa, saya mau memperkenalkan teman dari satu bumi, mereka yang akan menjadi guide kami selama pendakian di merbabu.
Koyot dan Matsu sahabat sekaligus guide kami selama pendakian merbabu

Setelah sampai Boyolali kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Mobil Angkot, lagi-lagi kami harus pintar menawar disini dan kami sepakat untuk membayar biaya sebesar dan kalau tidak salah 100-150 rb sampai basecamp Selo.
Didalam angkot dan tempat penyewaan angkot di boyolali

Setelah melewati jalan yang berliku karena melewati pinggiran jurang kami sampai di basecamp Selo, setelah sampai kami beristirahat minum teh manis hangat kemudian belanja merchandise merbabu ditempat ini, saya membeli kaos lengan panjang merbabu dan gantungan serta stiker sebagai kenangan. Setelah beristirahat kami kemudian packing ulang. Oia sepanjang jalur selo kita tidak akan menemukan sumber mata air, karena itu dibasecamp inilah terakhir kita mengambil air untuk kebutuhan selama pendakian, kami megisi 5 drigen yang sudah kami bawa dari jakarta.
 
Basecamp Selo
 Packing ulang dan mengisi air

Setelah istirahat dan packing ulang kami siap untuk mendaki... wooowww!! akhirnya kita mendaki juga satu hari telat dari planing kita sebelumnya. Pendakian pun dimulai dari basecamp selo, 50meter-100 meter tiba-tiba.. looh saya kenapa ini, nafas saya sesak sekali dengan bawaan caril yang cukup berat, saya memang baru mendaki lagi terakhir saya mendaki itu ke pangrango teepatnya sih cuma jalan ke air terjun ciberem aja.. hehe, sayapun punya ide untuk alasan buang air kecil, berharap rafli yang hanya membawa air dan tas kecil mau membawa caril saya yang besar dan taktik ini berhasil.. hahahaha, akhirnya si caril yang gede itu dibawa oleh rafli saya gantian membawa air dan juga tas kecil.
Pendakian dimulai....!!!

Baru beberapa meter kami sudah beristirahat.. wkwkwkwk, memang faktor umur kali yah dan kebiasaan, baru beberapa meter sudah harus beristirahat.
Istirahat sejenak lepas beban dulu...


Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju pos 1 Dok.Malang, sampai disana kita membuka logistik untuk makan siang dan mulai memasak air panas untuk menyeduh kopi dan susu, dan yang menjadi perhatian adalah saat logitik yang dibawa oleh denis dibuka, berisi roti dan selai dalam ukuran gelas berjumlah banyak. wkwkwkwk, semua yang melihat tertawa geli melihat banyaknya logistik yang dibawaa dan gak lazim dibawa sebagai logistik pendakian. Memang denis baru pertama kali mendaki gunung jadi bawaan makanannya boleh dikatakan premium, seharusnya logistik seperti itu dibawa pada saat tamasya di kebun raya bogor atau di kebun binatang ragunan.. wkwkwkwk, sekali lagi kami semua tertawa geli.

Istirahat makan siang di POS 1

30 menit kami habiskan untuk makan siang dan melepas lelah di pos 1 dan kami harus melanjutkan menuju sabana 2, sebagai tempat bermalem kami, trek pun lumayan bersahabat dengan sedikit tanjakan dan banyak bonus tapi kami menemukan banyak sekali pohon yang tumbang, menurut info memang semalem sebelum kami mendaki terjadi badai di merbabu.. whattt the.... ****??? badai!!! kamipun harus merunduk melewati pohon yang tumbang tersebut.
Dasar memang kami ini semua golongan narsis, sebelum sampai pos 2 pandean, kami asik foto-foto untuk mengambil sejepret bahkan 10 jepret foto. setelah menempuh perjalan sekitar satu jam setengah dari pos 1 akhirnya kami sampai di pos 2 pandean kemudian kami beristiraht kembali.
 Foto di bukit sebelum pos 2 Pandean
pos 2 pandean

Istirahat sekitar 10 menit ambil foto setelah itu melanjutkan pendakian, dan tiba-tiba denis meminta untuk bergantian membawa caril, dia meminta saya membawa caril yang berisi logitik. Damn!!!, looh becanda kan sob gak beneran kan..!!.
saya yang sudah nyaman membawa air dan tas daypack harus gantian membawa ransel yang besar itu lagi.. hadehhhh, ya sudahlah memang harus seperti itu, bergantian membawa berat beban di pundak, saya gak boleh egois.
Sepanjang jalam menuju pos 3 Batu tulis banyak kami menemui pendaki yang sedang turun, kebanyakan dari mereka mendaki lewat jalur wekas dan turun lewat jalur selo, kami saling menyapa, saling senyum dan saling bercanda. ya Tuhan dimana lagi kami bisa menemukan persahabatan polos selain di hutan dan di gunung, persahabatan yang tulus.
Kami melanjutkan pendakian, trek yang dilewati masih sama naik dan banyak bonus, sepanjang jalan kami melihat sekumpulan edelwis yang mulai tumbuh, sekitar satu setengah jam dari pos 2 kamipun tiba di pos 3 batu tulis, saya pun sejenak melamun memandang hamparan padang sabana yang begitu indah dikelilingi perbukitan, indah sekali sob.. indah... ditemani kabut tipis yang turun pelan-pelan dilembah kasih. angin kencang menampar wajah kami, disini memang sangat dingin dan kabut begitu pekat.
Kami membuka logistik dan mulai memasak mie instan untuk makan, karena baru kali ini kami makan lumayan besar karena di pos 2 kami hanya makan roti dan makanan ringan, masak di antara angin yang bertiup kencang susah sekali, untuk sekedar menyalakan kompor membutuhkan sedikit perjuangan, tubuh saya pun kedinginan tapi sukurlah mie hangat ini mampu untuk setidaknya menghangatkan tubuh dan mengisi perut yang sudah sangat lapar ini. Disini kami tetap mengeluarkan sikap narsis kami, apalagi kalau bukan foto-foto, sampai matsu dan koyot anak satu bumi keheranan melihat aksi narsis kami... hahaha
 
Menikmati indahnya ciptaan-Nya, diterpa kabut tipis yang turun pelan-pelan di lembah kasih

Pos 3 batu tulis kami tinggalkan dengan kedinginannya, melanjutkan perjalanan menuju sabana 2 tempat kami akan mendirikan tenda dan bermalam, kami melewati pos 4 yang biasa disebut dengan sabana 1, dari pos 3 menuju pos 4 trek lumayan, kita harus naik terus, sepanjang jalan kita bisa melihat gunung merapi dibelakang kita, sekali lagi thats great man!!!
 Foto dengan background Gn, Merapi.. amazing!!

Melanjutkan perjalanan menuju pos 5 tempat kami bermalam, waktu menunjukan jam 4 kami harus cepat agar tidak kemalaman mendirikan tenda, karena udara disini sangat dingin, inilah mungkin perjalanan yang paling indah yaitu dari pos 4 menuju pos 5 dari sabana 1 menuju sabana 2, perjalanan disuguhkan dengan pemandangan yang benar-benar indah, kami melewati bebarapa bukit untuk sampai ke sabana 2 dengan trek yang banyak sekali bonus, oia istilah bonus sendiri berarti jalan yang landai tidak menanjak.
 Pos 4 sabana 1 dan perjalanan menuju sabana 2, beautiful...!!

Kami berjalan melewati bukit satau kemudian bukit kedua sambil menahan beban berat ransel yang kami bawa, tapi sejujurnya kamipun sangat menikmati perjalanan ini, Tuhan itu memang indah membuat tempat ini dengan komposisi yang hanya bisa dikatakan saat kalian bisa kesini. lelah melewati beberapa bukit sayapun melihat sebuah lembahan dan ada yang memberitahu saya bahwa itulah pos 5 sabana 2 yang nantinya akan menjadi tempat kami bermalam mendirikan tenda, dalam hati berkata "syukurlah..akhirnya bisa istirahat semalam dan melepas beban. Caril pun dibuka isi dikeluarkan, tenda didirikan, beberapa kali kami harus mengatur tempat yang cocok untuk mendirikan tenda agar tenda tak rubuh terbawa angin kencang, akhirnya tenda saling berhadapan dan diikat dengan tali ke pohon edelwis, what edelwiss...?? bunga abadi itu lagi.
 Pos 5 Sabana 2
Mendirikan tenda dan bermalam di pos 5

Setelah tenda didirikan kamipun mulai memasak, disini yang menjadi koki adalah matsu anggota satu bumi yang selama ini menjadi sahabat sekaligus potter kami. hehe, oia sedikit tentang matsu, orang ini amat sangat kocak, perjalanan tak akan membosankan saat bersama dia, orangnya supel, slengean dan amat lucu beda dengan koyot yang agak sedikit pendiam.
Waktu menujukan jam 6 sore tapi sudah amat gelap dan dingin sampai saya pun harus memakai 3 lapis saking dinginnya. Air sudah matang weldi pun menyeduh kopi susu dan teh manis, saya dan yang lainnya langsung menyeruput minuman hangat tersebut, tak berapa lama masakanpun matang dan langsung kami lahap, rupanya dingin membuat kami semua bertambah lapar. disela makan kamipun bercengkrama dalam dinginnya malam, weldi berkata "seharusnya perjalanan ini kita tembuh dalam waktu 5 jam tapi kami menempuh dengan waktu 8 jam.. wkwkwkwk, karena beberapa meter istirahat dan narsis untuk menjepret satu bahkan sepuluh foto, mungkin tidak ada pendaki yang senarsis kami di dunia ini.. hahahaha.
Suasana malam di dalam tenda

Saya akui walaupun sudah didalam tenda dan memakai pakain 3 lapis tetap saja saya merasa kedinginan, suara angin seperti suara ombak yang menghantam karang, saya menulis ini tidak berlebihan tapi memang kenyataannya seperti itu, walhasil saya tidur dengan tubuh yang menggigil.
Mentari mulai malu-malu keluar dari persemayamannya, weldipun membangunkan saya untuk melihat sabana 2 pagi hari, dalam balutan jaket tebal saya pun keluar dan asik menjepret foto, kalau anda pernah menonton serial anak teletubis, seperti itulah bayangan sabana 2, dikelilingi bukit dan lembahan, kami seperti para alien tersebut yang bermain ditengah dinginnya udara.

Kami mulai memasak sarapan dan ada yang aneh dengan botol minyak dan gelas yang berisikan selai cokelat keduanya membeku bersama dengan sendok didalamnya, sehingga kita bisa menganggkat gelas tersebut dengan sendok.. hahaha, pantesan semalem saya menggigil, dan satu lagi, pagi hari kami memasak super bubur, baru sekitar 5 menit bubur tersebut sudah menadi beku dan tidak bisa dimakan.. wkwkwkwk

Setelah sarapan kemudian kami packing, merapikan tenda dan perlengkapan dan memasukannya kedalam caril, tidak lupa sebelum kami melanjutkan pendakian kami berdoa terlebih dahulu.


Pendakian selanjutnya menuju puncak merbabu sangatlah berat kemiringin disini 45 derajat, sangat terjal mungkin inilah trek yang paling sulit selama perjalanan mendaki gunung merbabu. kami sangat kehilangan tenaga disini, jarak yang seharusnya ditempuh dengan waktu 2 jam saja kami tempuh dengan waktu 4 jam. Nara dan rafli sangat semangat, mereka paling depan diantara kami, nara terlihat seperti anak monkey dengan bawaan ransel dipundaknya bergerak sangat cepat.


Posted by
Unknown

More

Pendakian Merbabu 3142 Mdpl

Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang pendakian ini, tapi karena baru punya blog lagi, baru bisa deh saya salurkan sekarang. Banyak kesan dalam pendakian ke Gunung Merbabu ini, dari sinilah semua akan dimulai, yah inilah pendakian perdana yang dilakukan STO Adventure, apa sih STO Adventure itu?? *nama yang aneh.

STO Adventure adalah sebuah kegiatan luar lapangan yang biasa dilakukan oleh teman-teman kerja dikantor saya, kegiatannya yah seperti naik gunung ini. STO itu adalah singkatan dari Sentra Operasi, sebuah Divisi dalam sebuah perusahaan BUMN, saya sudah membahas tentang tempat bekerja saya Disini.

Saya harus me-refresh lagi nih ingatan saya, karena kegiatan ini sudah berbulan-bulan yang lalu, kalaupun ada yang harus saya perbaiki pada tulisan ini, nama tempat ataupun biaya yang dikeluarkan, akan saya lakukan bila ada waktu.. hehe

Tadinya pendakian perdana ini akan dilakukan digunung Gede-Pangrango pada bulan September 2011, akan tetapi karena saat itu TNGP masih ditutup, akhirnya pendakian ini dibatalkan. Pendakian perdana ini diracuni oleh Rafli teman kerja saya di Divisi STO ini.

Berbulan-bulan sampai berganti tahun akhirnya rencana itu mengemuka (Bahasanya lebay..ahahaha), Weldi yang waktu itu saya tidak terlalu akrab dengan manusia ini, akhirnya mengajak untuk merealisasikan (mulai deh bahasanya lebay..) rencana untuk naik gunung, setelah disepakati akhirnya kita akan mendaki puncak merbabu yang ada di jawa tengah.

Saya awalnya sempet ragu untuk ikut, karena tanggal pendakiannya pas dengan acara perkuliahan perdana di kampus, saya sendiri saat itu baru meneruskan kuliah saya lagi setelah setahun bekerja. Tapi karena sudah tekad dan kegiatan di alam terbuka lebih menyenangkan dari pada kampus, yappp saya ikut pendakian ke Merbabu.

Kami merencanakan berangkat Tanggal 09-13 Maret 2012. Surat cuti sudah diberikan kepada Supervisor dan disetujui. Dua minggu sebelum pendakian saya sibuk untuk mencari peralatan dan perlengkapan pendakian, cari disini maksudnya minjam bukan beli... xixixi, syukur alhamdulilah ada juga yang mau minjemin perlengkapan.

Hari H pun datang, saya membawa ransel caril menuju tempat kerja, barang saya titip di kosan teman perempuan, makasih yah 'cin dah bantuin naro caril kita.. heee. Saya pun beraktivitas kerja seperti biasa pada hari itu, sampai jam pulang kantor pun tiba, se isi kantor jadi sangat riuh, ketika kita pamit pada rekan-rekan kerja untuk mendaki gunung, apalagi pada saat weldi mengangkat caril dengan ukuran yang besar, banyak yang terbengong dan juga berpikiran heran, ini orang-orang aneh pada mau kemana?, ada yang meminta foto, salah satu teman berkata "kita foto dulu yah, siapa tahu nanti sudah gak sempet lagi..!!" terus saya bilang "Maksud looooohhhhh...!!!".

Pulang kantor kami langsung menuju st.senen, bingung mau naik apa kesana karena kita dikejar waktu, keluar kantor sekitar jam 5 sore dan harus sampai jam 6.30, karena takut terlambat dan melihat lalu lintas jakarta yang amat sangat macet walaupun tidak ada si komo, akhirnya kami putuskan  untuk naik taksi, transportasi yang cukup mahal bagi kami yang berprinsip backpaker, sejam berikutnya kami sampai stasiun senen dengan membayar Rp.50.000,- kepada supir taksi, perlengkapan selanjutnya diturunkan dan dibawa kedalam stasiun senen.

Saya perkenalkan teman-teman yang ikut dalam pendakian ke gunung merbabu ini.
Foto di St. Senen

Dipojok kanan itu Rafli, berikutnya Dannis, Nara, weldi, dan yang paling kiri itu Saya. Gimana? keliatan cowo banget gak.. ahahahaha. Oia ada satu lagi teman yang ikut dalam perjalanan ini yaitu Tabes, teman dari kampus weldi yang katanya sih cinta banget sama kampusnya, makanya gak mau lulus-lulus.. *uups piss
Tabes

Jam 07.00 kami berangkat dari stasiun senen menuju Jogja, kami menaiki kereta ekonomi AC dengan tiket Rp.150.000,-. Sepanjang perjalanan ada yang makan cemilan, ataupun tidur, mungkin saya dan tabes saja yang belum tidur, kami asik mengobrol dengan kumpulan teman yang baru kami kenal yang berasal dari kampus UGM, mereka juga menuju Jogja sehabis berlibur dari singapura. Kamipun nantinya akan ke UGM untuk bertemu teman MAPALA Satu Bumi UGM Fakultas Teknik.
 
Suasana di gerbong kereta

Saya dan tabes asik mengobrol dengan kawan baru kami ini, tanpa terasa saya lupa bahwa sedari pulang kantor saya belum makan, teman-teman yang sudah terlelap tidur mungkin lupa akan kebutuhan makannya sedangkan saya yang masih melek mencoba menahan perut yang minta di isi. Tengah malam kereta pun tiba di stasiun Cirebon, tukang jajananpun mulai meneriaki dagangannya, tadinya sih saya mau membeli salah satu nasi bungkus ataupun makanan yang dijajakan, tapi tiba-tiba... salah seorang teman dari UGM ini membawa bungkusan plastik yang ukurannya lumayan besar dan ternyata berisi makanan sangat banyak sekali yang dibawakan oleh orangtuanya yang berdomisili di kota udang tersebut, diperkirakan akan tersisa lebih bila dimakan oleh kelompok mereka, mereka pun menawari untuk ikut makan bersama, nasi yang kami makan adalah nasi khas cirebon dibungkus dengan daun jati dan lauk yang sebagian besar di masak semur, tanpa ragu saya dan tabespun melahap hidangan gratis yang ditawari oleh gadis dari UGM ini, yang tidur jangan dibangunin biar jatah kita gak berkurang... xixixi.

Setelah makan nasi gratisan yang diberikan oleh mahasiswa UGM, saya mulai mengantuk dan akhirnya tiduran di bawah kursi penumpang dengan sleeping bag, yang biasa naik kereta ekonomi pasti tahulah, karena kereta ini bukanlah kereta model eksekutif yang bisa di atur dan bisa selonjoran.

Tak terasa  waktu menunjukan pukul 04.30 dan berganti hari menjadi sabtu, kami pun tiba di stasiun lempuyangan Jogja yang memang menjadi pemberhentian terakhir kami, kemudian kamipun turun membawa caril dan perlengkapan mendaki kami dari dalam kereta dan mengucapkan selamat jalan kepada teman baru kami dari UGM. Kami istirahat kemudian lanjut sholat subuh dan kembali merapikan barang bawaan kami setelah sebelumnya makan nasi bungkus yang dijajakan oleh seorang nenek yang sudah renta, nasinya enak dan juga murah meriah sebungkus 3 atau 4 ribuan, dengan lauk ayam goreng dan lalapan.
 St. lempuyangan - Jogja
 Sedang Bingung, saya ada dimana inih.....!!!!
ini Weldi foto sama tukang urut.. *ehhh Nara maksudnya.. hihihi
 Tumpukan Cariel

St. Lempuyangan - Jogja

Setelah sampai stasiun kami kebingunan untuk menuju Seketariat MAPALA Satu Bumi Universitas UGM Fakultas Teknik, kami sempat menanyakan kebagian informasi tapi tidak cukup jelas, karena mungkin kami baru, bingung harus naik transportasi apa, akhirnya kami berjalan keluar meninggalkan stasiun Lempuyangan untuk meuju halte Trans jogja karena menurut orang yang kami tanya cuma itu angkutan yang paling cepet dan murah menuju kampus UGM. Tetapi belum sampai halte Trans jogja, saya di tawari oleh seseorang yang membawa mobil Kijang, setelah tawar menawar akhirnya disepakati bahwa ongkos yang kami berikan sekitar Rp.25.000,- diantarkan sampai dalam kampus UGM.

 Berjalan Kaki dari St.Lempuyangan
Mobil yang kita tumpangi, lumayan.. heee

Sekitar jam 09.30 pagi kami sampai di Universitas UGM, Weldi dan Tabes mencoba menelpon salah satu teman MAPALA Satu Bumi untuk menemui kami, selang beberapa menit teman dari UGM tersebut tiba terlihat sangat lusuh dan berambut gondrong seperti bang Rhoma Irama, yaappp dialah Matsu salah satu anggota MAPALA Satu Bumi yang nantinya dialah yang menjadi guide kami meuju puncak Merbabu, kami diantar menuju ke Base camp yang mereka sebut sekretariat Satu Bumi. Kami berjabat tangan kemudian saling mengenalkan diri, anak MAPALA itu harus kenal satu dengan yang lain biar lebih akrab, gituh kali yah.. heeehee

Kami kemudian beristirahat sejenak di Sekretariat satu bumi, tidur-tiduran, weldi dan tabes asik mengobrol dengan beberapa teman dari satu bumi. Setelah tidur-tiduran kamipun mulai mengobrol dengan teman dari Satu Bumi, mereka sangat welcome dengan kami, sederhana, apa adanya, dan mereka selalu melakukan kegiatan apapun itu secara bersama-sama. Mulai dari makan, mereka punya kebiasaan yang unik, lauk yang dimakan semua dijadikan satu dalam piring besar atau kertas nasi dan dilahap secara bersama-sama. mungkin itulah salah satu hal yang membuat hubungan mereka sangat erat. Dan saat kami datang ternyata beberapa anggota MAPALA satu bumi sedang mengadakan kegiatan Rafting (Arung Jeram). 
Sekretariat MAPALA Satu Bumi
 Saling Bercengkrama STO dan Satu Bumi
Makan Bersama dengan Piring Besar... That's cool
Aksi Rafli, Weldi dan Nara di Wall Climbing
Teman Satu Bumi Berdoa dan menyanyikan Hymne Satu bumi

Kami team STO Adventure berencana untuk mendaki pada hari sabtu jam 01.00 pagi, tetapi diundur dan berencana berangkat jam 05.00 sore, kami memang berencana untuk mendaki malam hari, weldi bilang sih seperti itu. Jam 05.00 sore pun tiba tapi tidak ada tanda-tanda kami akan berangkat sore ini, dan kembali kami diberitahukan akan berangkat malam hari yaitu jam 07.00 malam.

Hujan pun turun bersamaan dengan suara adzan maghrib tiba, kami kemudian bergantian sholat, diatas sekretariat ini ada sebuah mushola yang lumayan besar dan bersebelahan dengan organisasi ROHIS. Saya dan nara pun mengobrol dan membahas tentang pendakian ini, yang sampai sekarang belum ada tanda bahwa anak UGM akan mengantar kami ke Gunung Merbabu, karena kebiasaan anak MAPALA adalah menahan tamu dari luar lebih lama, katanya bisa seminggu atau dua minggu baru bisa naek gunung.... busyenggg bisa kena SP 5 ini mah dari bapak kadiv... wkwkwkwk

Akhirnya kami berembug dengan teman dari satu bumi membahas kapan kita berangkat mulai naik gunung. dan mereka mengatakan bahwa kita tidak bisa berangkat malam ini dikarenakan kendaraannya tidak ada, dan terjadi badai di kawasan gunung merbabu hari ini, mendengar itu kami merasa kecewa, karena semangat yang kami bawa dan planing yang sudah di atur jadi mundur, tapi mereka sepakat akan mengantar kami besok pagi-pagi sekali ke gunung merbabu, yappp kami setuju.

Untuk menghilangkan kekecewaan dan untuk menambah keakraban antara kita, Malam itu kami diajak jalan menikmati kota jogja oleh teman satu bumi, kemudian kami berhenti disalah satu rumah makan sederhana bernama "Sego Macan", di rumah makan perpaduan antara angkringan dan cafe ini kami kembali membuka obrolan, semuanya asik dan terasa hangat dan kamipun semakin akrab. Kebiasaan anak MAPALA satu lagi yaitu melayani dan menjamu tamunya, yah kami memang beruntung sekali datang ke MAPALA Satu Bumi, kami merasakan kebersamaan dan kami benar-benar tersanjung dengan perlakuan mereka. Selama kami disana, kami diantar dan semua makananpun mereka yang membayar. Kalian tak akan terlupakan dalam perjalanan hidup kami kawan....

Mengakrabkan diri STO dan Mapala Satu Bumi di R.M.Sego Macan

Setelah puas makan, kami semua kembali ke sekretariat satu bumi untuk beristirahat karena esok pagi-pagi sekali petualangan kami akan dimulai. 
Ceritanya dilanjut yah di  Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part II.

Posted by
Unknown

More

Soe Hok Gie: Menyatu Dengan Alam

Ini adalah artikel yang ketiga yang membahas tentang Soe hok gie, yah bisa dibilang penulis membuat tulisan ini menjadi tulisan Trilogi. Pada tulisan sebelumnya penulis menggambarkan tentang kehidupan Gie sebagai seorang demonstran yang gigih dan berjiwa pemberontak, berpandang lurus dan idealis. Di artikel yang kedua penulis menggambarkan kisah cinta Gie yang penuh dengan pertentangan dari lingkungan kehidupan gadis yang dicintainya.

Pada artikel yang ketiga ini penulis akan menulis tentang kehidupan Gie yang suka menyatu dengan alam, menyukai tantangan dan kecintaannya pada rakyat dan tanah airnya. Dia tuangkan dalam kegiatan mendaki gunung, "Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung".

Soe hok gie adalah salah satu pendiri organisasi Mahasiswa pecinta Alam (Mapala) UI Fakultas sastra, dan saat ini hampir setiap universitas ataupun perguruan tinggi mempunyai organisasi tersebut. Organisasi ini tumbuh dan menciptakan rasa persaudaraan antara personal mahasiswa ataupun antar kampus.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang sehat tubuhnya. Pemuda-pemuda sakitan tidak mungkin menyelesaikan tugas-tugas pembangunan. Dan untuk itulah saya selalu mau membawa rombongan mendaki gunung" (Soe Hok Gie dalam Artikel 'Menaklukan Gunung Slamet').

Kalau boleh jujur, Gie lah yang menginspirasi penulis untuk melakukan kegiatan naik gunung, penulis mengenal Gie saat penulis kuliah, dari tulisan tentang alam terbuka, tentang mandalawangi, tentang semeru atau tentang mencari udara kebebasan di puncak gununglah yang membuat penulis termotivasi untuk memulai kegiatan mendaki.

Setelah penulis merasakan sendiri, ternyata apa yang dituliskan Gie itu benar, banyak hal yang penulis dapatkan dari kegiatan naik gunung itu sendiri, dari sikap toleransi, sikap saling memotivasi, sampai bagaimana mengalahkan egoisme yang tumbuh di dalam diri penulis, karena dengan naik gunung kita bisa mengetahui batasan-batasan diri kita, memaksa diri kita untuk selalu bisa meraih cita-cita dan tak mudah menyerah, belajar hidup tidak manja dengan segala keterbatasan, menjalin persahabatan yang erat. Selain pertumbuhan jiwa yang sehat, kita juga bisa lebih dekat dengan saudara-saudara kita yang hidup dipedalaman.

Penulis tidak mengenal siapa Soe hok gie secara personal, bagaimana wajahnya, bagaimana dia menghabiskan waktunya. Penulis hanya mengetahui lewat tulisan dan cerita orang-orang terdekatnya.
Soe terimakasih atas pelajaran hidup yang kau berikan, terutama tentang bagaimana cara menikmati, memaknai dan menyatu dengan udara kebebasan di alam terbuka, sungguh kau inspirasi dalam hidup ini, walau kini kau telah tiada tapi semangat geloramu ada di hati setiap manusia indonesia yang masih peduli akan lingkungan, masyarakat dan keindahan alam negeri ini.

Posted by
Unknown

More

Spider-Man

Apakah kalian punya Tokoh pahlawan dari serial komik ataupun dari kalangan superhero? Kalau punya kalian sama dengan saya, banyak tokoh superhero dari komik ataupun dalam perfilman hollywood, tetapi saya meilih tokoh spiderman sebagai tokoh animasi saya saat saya masih kecil hingga saat ini.

Tokoh ini sedikit berbeda dari tokoh superhero lain, tak mempunyai sayap seperti Superman, Batman dan tak punya kekuatan super seperti Hulk ataupun Thor, hanya mempunyai jaring. Jaring inilah yang digunakan spiderman untuk membantu masyarakat melawan kejahatan. Tokoh ini berlatar belakang pendidikan sebenarnya, mulai dari biologi dan fisika serta teknologi, bolehlah dikatakan ini sebagai film yang ber-background sains tapi terlihat manusiawi.

Apakah anda sudah melihat film terakhirnya The Amazing Spiderman, disini Marc webb ingin menampilkan Spiderman yang berbeda dan terlihat natural dibumbui dengan kisah kehidupan anak muda yang berbalut semangat masa muda yang bergelora, dendam dan juga cinta.

Seperti superhero lainnya yang tak ingin dikenal identitas pribadinya, Spiderman pun tak mau identitasnya diketahui, tapi dalam film terakhirnya ini, Peter Parker memperlihatkan identitasnya kepada seorang gadis yang dicintainya, kenapa harus demikian? Dalam pengertian menurut saya, Spiderman itu manusia biasa juga, saat harus melawan kejahatan di dunia diapun ingin ada orang yang mengetahui, orang yang bisa merawat dirinya saat terluka, orang yang bisa mengerti dan itu dikatakan kepada gadis yang ia cintai.

Peter parker pun manusia biasa, yang juga ingin mencintai dan dicintai, tidak salah ketika ia jatuh cinta dengan Gwen Stacy, yah menurut saya memang pas kalau ia memilih Emma watson yang memerankan Gwen stacy untuk jadi gadis yang dicintainya, kalaupun saya jadi Peter parker saya juga akan jatuh hati liat Gwen, secara mahluk halus ini sangat cantik ditambah pipinya yang sedikit chabi, gemes liatnya.... looh kenapa jadi bahas si Gwen yah, balik ke Blog.... hehehe

Kisah cinta Peter parker dalam film The amazing spiderman hampir sama seperti kisah yang nyata di dunia, saya ambil kisah cinta Soe hok gie, loh kenapa harus Soe hok gie? Di akhir film The Amazing Spiderman, ada gambaran yang hampir sama dengan dua tokoh ini, dimana saat ayah Gwen Stacy yang seorang polisi telah mengetahui siapa spiderman itu sendiri yang sebenenarnya adalah kekasih anak gadisnya Peter Parker, Ayahnya sangat mengagumi kekuatan dan keberanian Spiderman, tapi saat sang ayah sekarat karena luka yang diakibatkan oleh musuh sang spiderman, Mr. Stacy berpesan kepada Peter parker "Mau kah kau Berjanji untuk meninggalkan anak gadisku? dengan berat hati Peter parker meng'ia-kan nya. Loh kenapa Mr. Stacy, kenapa dia tidak merestui hubungan Peter parker dengan anak gadisnya, bukankah dia harusnya merasa bangga ketika anaknya menjalin hubungan cinta dengan orang yang melawan kejahatan di dunia ini, lantas kenapa dia harus berkata seperti itu??.

Hampir semua orang tua di dunia ini memang tidak mau mengambil resiko dalam hubungan cinta dan juga masa depan anak gadisnya, orang tua kebanyakan hanya mencari jalan aman dan terkadang membatasi anaknya untuk melakukan hal yang mereka anggap berbahaya dan keluar dari kehidupan nyamannya.

Ini pula yang dialami oleh Soe hok gie saat ingin mendekati dan menjalin kasih dengan gadis yang ia cintai, dia menceritakan permasalahannya dengan Arief Budiman kakaknya, “Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya bicara dengan ayahnya si..., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya tanpa tulisan-tulisan saya. Tetapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar risikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya”.

Ketika ada perasaan antara seorang pemuda dengan seorang gadis, dan mereka meyakini ini perasaan yang berbeda, tidak sama dengan hubungan persaudaraan ataupun pertemanan. Perasaan ituh tumbuh atas dasar kekaguman diantara keduanya, tapi saat perasaan itu mereka sadari dan sangat ingin memiliki, mereka harus terpisahkan oleh suatu hal yang mungkin sangat prinsipal atau cara pandang dalam memaknai kehidupan dan terkadang pemuda serta gadis ini pun tak mengerti kenapa harus ada perbedaan cara pandang pada lingkungan keluarga atau lingkungan kehidupan dan akhirnya mereka terpisah sebelum memiliki.

Posted by
Unknown

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 NgabluTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.