Pendakian Merbabu 3142 Mdpl

Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang pendakian ini, tapi karena baru punya blog lagi, baru bisa deh saya salurkan sekarang. Banyak kesan dalam pendakian ke Gunung Merbabu ini, dari sinilah semua akan dimulai, yah inilah pendakian perdana yang dilakukan STO Adventure, apa sih STO Adventure itu?? *nama yang aneh.

STO Adventure adalah sebuah kegiatan luar lapangan yang biasa dilakukan oleh teman-teman kerja dikantor saya, kegiatannya yah seperti naik gunung ini. STO itu adalah singkatan dari Sentra Operasi, sebuah Divisi dalam sebuah perusahaan BUMN, saya sudah membahas tentang tempat bekerja saya Disini.

Saya harus me-refresh lagi nih ingatan saya, karena kegiatan ini sudah berbulan-bulan yang lalu, kalaupun ada yang harus saya perbaiki pada tulisan ini, nama tempat ataupun biaya yang dikeluarkan, akan saya lakukan bila ada waktu.. hehe

Tadinya pendakian perdana ini akan dilakukan digunung Gede-Pangrango pada bulan September 2011, akan tetapi karena saat itu TNGP masih ditutup, akhirnya pendakian ini dibatalkan. Pendakian perdana ini diracuni oleh Rafli teman kerja saya di Divisi STO ini.

Berbulan-bulan sampai berganti tahun akhirnya rencana itu mengemuka (Bahasanya lebay..ahahaha), Weldi yang waktu itu saya tidak terlalu akrab dengan manusia ini, akhirnya mengajak untuk merealisasikan (mulai deh bahasanya lebay..) rencana untuk naik gunung, setelah disepakati akhirnya kita akan mendaki puncak merbabu yang ada di jawa tengah.

Saya awalnya sempet ragu untuk ikut, karena tanggal pendakiannya pas dengan acara perkuliahan perdana di kampus, saya sendiri saat itu baru meneruskan kuliah saya lagi setelah setahun bekerja. Tapi karena sudah tekad dan kegiatan di alam terbuka lebih menyenangkan dari pada kampus, yappp saya ikut pendakian ke Merbabu.

Kami merencanakan berangkat Tanggal 09-13 Maret 2012. Surat cuti sudah diberikan kepada Supervisor dan disetujui. Dua minggu sebelum pendakian saya sibuk untuk mencari peralatan dan perlengkapan pendakian, cari disini maksudnya minjam bukan beli... xixixi, syukur alhamdulilah ada juga yang mau minjemin perlengkapan.

Hari H pun datang, saya membawa ransel caril menuju tempat kerja, barang saya titip di kosan teman perempuan, makasih yah 'cin dah bantuin naro caril kita.. heee. Saya pun beraktivitas kerja seperti biasa pada hari itu, sampai jam pulang kantor pun tiba, se isi kantor jadi sangat riuh, ketika kita pamit pada rekan-rekan kerja untuk mendaki gunung, apalagi pada saat weldi mengangkat caril dengan ukuran yang besar, banyak yang terbengong dan juga berpikiran heran, ini orang-orang aneh pada mau kemana?, ada yang meminta foto, salah satu teman berkata "kita foto dulu yah, siapa tahu nanti sudah gak sempet lagi..!!" terus saya bilang "Maksud looooohhhhh...!!!".

Pulang kantor kami langsung menuju st.senen, bingung mau naik apa kesana karena kita dikejar waktu, keluar kantor sekitar jam 5 sore dan harus sampai jam 6.30, karena takut terlambat dan melihat lalu lintas jakarta yang amat sangat macet walaupun tidak ada si komo, akhirnya kami putuskan  untuk naik taksi, transportasi yang cukup mahal bagi kami yang berprinsip backpaker, sejam berikutnya kami sampai stasiun senen dengan membayar Rp.50.000,- kepada supir taksi, perlengkapan selanjutnya diturunkan dan dibawa kedalam stasiun senen.

Saya perkenalkan teman-teman yang ikut dalam pendakian ke gunung merbabu ini.
Foto di St. Senen

Dipojok kanan itu Rafli, berikutnya Dannis, Nara, weldi, dan yang paling kiri itu Saya. Gimana? keliatan cowo banget gak.. ahahahaha. Oia ada satu lagi teman yang ikut dalam perjalanan ini yaitu Tabes, teman dari kampus weldi yang katanya sih cinta banget sama kampusnya, makanya gak mau lulus-lulus.. *uups piss
Tabes

Jam 07.00 kami berangkat dari stasiun senen menuju Jogja, kami menaiki kereta ekonomi AC dengan tiket Rp.150.000,-. Sepanjang perjalanan ada yang makan cemilan, ataupun tidur, mungkin saya dan tabes saja yang belum tidur, kami asik mengobrol dengan kumpulan teman yang baru kami kenal yang berasal dari kampus UGM, mereka juga menuju Jogja sehabis berlibur dari singapura. Kamipun nantinya akan ke UGM untuk bertemu teman MAPALA Satu Bumi UGM Fakultas Teknik.
 
Suasana di gerbong kereta

Saya dan tabes asik mengobrol dengan kawan baru kami ini, tanpa terasa saya lupa bahwa sedari pulang kantor saya belum makan, teman-teman yang sudah terlelap tidur mungkin lupa akan kebutuhan makannya sedangkan saya yang masih melek mencoba menahan perut yang minta di isi. Tengah malam kereta pun tiba di stasiun Cirebon, tukang jajananpun mulai meneriaki dagangannya, tadinya sih saya mau membeli salah satu nasi bungkus ataupun makanan yang dijajakan, tapi tiba-tiba... salah seorang teman dari UGM ini membawa bungkusan plastik yang ukurannya lumayan besar dan ternyata berisi makanan sangat banyak sekali yang dibawakan oleh orangtuanya yang berdomisili di kota udang tersebut, diperkirakan akan tersisa lebih bila dimakan oleh kelompok mereka, mereka pun menawari untuk ikut makan bersama, nasi yang kami makan adalah nasi khas cirebon dibungkus dengan daun jati dan lauk yang sebagian besar di masak semur, tanpa ragu saya dan tabespun melahap hidangan gratis yang ditawari oleh gadis dari UGM ini, yang tidur jangan dibangunin biar jatah kita gak berkurang... xixixi.

Setelah makan nasi gratisan yang diberikan oleh mahasiswa UGM, saya mulai mengantuk dan akhirnya tiduran di bawah kursi penumpang dengan sleeping bag, yang biasa naik kereta ekonomi pasti tahulah, karena kereta ini bukanlah kereta model eksekutif yang bisa di atur dan bisa selonjoran.

Tak terasa  waktu menunjukan pukul 04.30 dan berganti hari menjadi sabtu, kami pun tiba di stasiun lempuyangan Jogja yang memang menjadi pemberhentian terakhir kami, kemudian kamipun turun membawa caril dan perlengkapan mendaki kami dari dalam kereta dan mengucapkan selamat jalan kepada teman baru kami dari UGM. Kami istirahat kemudian lanjut sholat subuh dan kembali merapikan barang bawaan kami setelah sebelumnya makan nasi bungkus yang dijajakan oleh seorang nenek yang sudah renta, nasinya enak dan juga murah meriah sebungkus 3 atau 4 ribuan, dengan lauk ayam goreng dan lalapan.
 St. lempuyangan - Jogja
 Sedang Bingung, saya ada dimana inih.....!!!!
ini Weldi foto sama tukang urut.. *ehhh Nara maksudnya.. hihihi
 Tumpukan Cariel

St. Lempuyangan - Jogja

Setelah sampai stasiun kami kebingunan untuk menuju Seketariat MAPALA Satu Bumi Universitas UGM Fakultas Teknik, kami sempat menanyakan kebagian informasi tapi tidak cukup jelas, karena mungkin kami baru, bingung harus naik transportasi apa, akhirnya kami berjalan keluar meninggalkan stasiun Lempuyangan untuk meuju halte Trans jogja karena menurut orang yang kami tanya cuma itu angkutan yang paling cepet dan murah menuju kampus UGM. Tetapi belum sampai halte Trans jogja, saya di tawari oleh seseorang yang membawa mobil Kijang, setelah tawar menawar akhirnya disepakati bahwa ongkos yang kami berikan sekitar Rp.25.000,- diantarkan sampai dalam kampus UGM.

 Berjalan Kaki dari St.Lempuyangan
Mobil yang kita tumpangi, lumayan.. heee

Sekitar jam 09.30 pagi kami sampai di Universitas UGM, Weldi dan Tabes mencoba menelpon salah satu teman MAPALA Satu Bumi untuk menemui kami, selang beberapa menit teman dari UGM tersebut tiba terlihat sangat lusuh dan berambut gondrong seperti bang Rhoma Irama, yaappp dialah Matsu salah satu anggota MAPALA Satu Bumi yang nantinya dialah yang menjadi guide kami meuju puncak Merbabu, kami diantar menuju ke Base camp yang mereka sebut sekretariat Satu Bumi. Kami berjabat tangan kemudian saling mengenalkan diri, anak MAPALA itu harus kenal satu dengan yang lain biar lebih akrab, gituh kali yah.. heeehee

Kami kemudian beristirahat sejenak di Sekretariat satu bumi, tidur-tiduran, weldi dan tabes asik mengobrol dengan beberapa teman dari satu bumi. Setelah tidur-tiduran kamipun mulai mengobrol dengan teman dari Satu Bumi, mereka sangat welcome dengan kami, sederhana, apa adanya, dan mereka selalu melakukan kegiatan apapun itu secara bersama-sama. Mulai dari makan, mereka punya kebiasaan yang unik, lauk yang dimakan semua dijadikan satu dalam piring besar atau kertas nasi dan dilahap secara bersama-sama. mungkin itulah salah satu hal yang membuat hubungan mereka sangat erat. Dan saat kami datang ternyata beberapa anggota MAPALA satu bumi sedang mengadakan kegiatan Rafting (Arung Jeram). 
Sekretariat MAPALA Satu Bumi
 Saling Bercengkrama STO dan Satu Bumi
Makan Bersama dengan Piring Besar... That's cool
Aksi Rafli, Weldi dan Nara di Wall Climbing
Teman Satu Bumi Berdoa dan menyanyikan Hymne Satu bumi

Kami team STO Adventure berencana untuk mendaki pada hari sabtu jam 01.00 pagi, tetapi diundur dan berencana berangkat jam 05.00 sore, kami memang berencana untuk mendaki malam hari, weldi bilang sih seperti itu. Jam 05.00 sore pun tiba tapi tidak ada tanda-tanda kami akan berangkat sore ini, dan kembali kami diberitahukan akan berangkat malam hari yaitu jam 07.00 malam.

Hujan pun turun bersamaan dengan suara adzan maghrib tiba, kami kemudian bergantian sholat, diatas sekretariat ini ada sebuah mushola yang lumayan besar dan bersebelahan dengan organisasi ROHIS. Saya dan nara pun mengobrol dan membahas tentang pendakian ini, yang sampai sekarang belum ada tanda bahwa anak UGM akan mengantar kami ke Gunung Merbabu, karena kebiasaan anak MAPALA adalah menahan tamu dari luar lebih lama, katanya bisa seminggu atau dua minggu baru bisa naek gunung.... busyenggg bisa kena SP 5 ini mah dari bapak kadiv... wkwkwkwk

Akhirnya kami berembug dengan teman dari satu bumi membahas kapan kita berangkat mulai naik gunung. dan mereka mengatakan bahwa kita tidak bisa berangkat malam ini dikarenakan kendaraannya tidak ada, dan terjadi badai di kawasan gunung merbabu hari ini, mendengar itu kami merasa kecewa, karena semangat yang kami bawa dan planing yang sudah di atur jadi mundur, tapi mereka sepakat akan mengantar kami besok pagi-pagi sekali ke gunung merbabu, yappp kami setuju.

Untuk menghilangkan kekecewaan dan untuk menambah keakraban antara kita, Malam itu kami diajak jalan menikmati kota jogja oleh teman satu bumi, kemudian kami berhenti disalah satu rumah makan sederhana bernama "Sego Macan", di rumah makan perpaduan antara angkringan dan cafe ini kami kembali membuka obrolan, semuanya asik dan terasa hangat dan kamipun semakin akrab. Kebiasaan anak MAPALA satu lagi yaitu melayani dan menjamu tamunya, yah kami memang beruntung sekali datang ke MAPALA Satu Bumi, kami merasakan kebersamaan dan kami benar-benar tersanjung dengan perlakuan mereka. Selama kami disana, kami diantar dan semua makananpun mereka yang membayar. Kalian tak akan terlupakan dalam perjalanan hidup kami kawan....

Mengakrabkan diri STO dan Mapala Satu Bumi di R.M.Sego Macan

Setelah puas makan, kami semua kembali ke sekretariat satu bumi untuk beristirahat karena esok pagi-pagi sekali petualangan kami akan dimulai. 
Ceritanya dilanjut yah di  Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part II.

Soe Hok Gie: Menyatu Dengan Alam

Ini adalah artikel yang ketiga yang membahas tentang Soe hok gie, yah bisa dibilang penulis membuat tulisan ini menjadi tulisan Trilogi. Pada tulisan sebelumnya penulis menggambarkan tentang kehidupan Gie sebagai seorang demonstran yang gigih dan berjiwa pemberontak, berpandang lurus dan idealis. Di artikel yang kedua penulis menggambarkan kisah cinta Gie yang penuh dengan pertentangan dari lingkungan kehidupan gadis yang dicintainya.

Pada artikel yang ketiga ini penulis akan menulis tentang kehidupan Gie yang suka menyatu dengan alam, menyukai tantangan dan kecintaannya pada rakyat dan tanah airnya. Dia tuangkan dalam kegiatan mendaki gunung, "Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung".

Soe hok gie adalah salah satu pendiri organisasi Mahasiswa pecinta Alam (Mapala) UI Fakultas sastra, dan saat ini hampir setiap universitas ataupun perguruan tinggi mempunyai organisasi tersebut. Organisasi ini tumbuh dan menciptakan rasa persaudaraan antara personal mahasiswa ataupun antar kampus.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang sehat tubuhnya. Pemuda-pemuda sakitan tidak mungkin menyelesaikan tugas-tugas pembangunan. Dan untuk itulah saya selalu mau membawa rombongan mendaki gunung" (Soe Hok Gie dalam Artikel 'Menaklukan Gunung Slamet').

Kalau boleh jujur, Gie lah yang menginspirasi penulis untuk melakukan kegiatan naik gunung, penulis mengenal Gie saat penulis kuliah, dari tulisan tentang alam terbuka, tentang mandalawangi, tentang semeru atau tentang mencari udara kebebasan di puncak gununglah yang membuat penulis termotivasi untuk memulai kegiatan mendaki.

Setelah penulis merasakan sendiri, ternyata apa yang dituliskan Gie itu benar, banyak hal yang penulis dapatkan dari kegiatan naik gunung itu sendiri, dari sikap toleransi, sikap saling memotivasi, sampai bagaimana mengalahkan egoisme yang tumbuh di dalam diri penulis, karena dengan naik gunung kita bisa mengetahui batasan-batasan diri kita, memaksa diri kita untuk selalu bisa meraih cita-cita dan tak mudah menyerah, belajar hidup tidak manja dengan segala keterbatasan, menjalin persahabatan yang erat. Selain pertumbuhan jiwa yang sehat, kita juga bisa lebih dekat dengan saudara-saudara kita yang hidup dipedalaman.

Penulis tidak mengenal siapa Soe hok gie secara personal, bagaimana wajahnya, bagaimana dia menghabiskan waktunya. Penulis hanya mengetahui lewat tulisan dan cerita orang-orang terdekatnya.
Soe terimakasih atas pelajaran hidup yang kau berikan, terutama tentang bagaimana cara menikmati, memaknai dan menyatu dengan udara kebebasan di alam terbuka, sungguh kau inspirasi dalam hidup ini, walau kini kau telah tiada tapi semangat geloramu ada di hati setiap manusia indonesia yang masih peduli akan lingkungan, masyarakat dan keindahan alam negeri ini.

Spider-Man

Apakah kalian punya Tokoh pahlawan dari serial komik ataupun dari kalangan superhero? Kalau punya kalian sama dengan saya, banyak tokoh superhero dari komik ataupun dalam perfilman hollywood, tetapi saya meilih tokoh spiderman sebagai tokoh animasi saya saat saya masih kecil hingga saat ini.

Tokoh ini sedikit berbeda dari tokoh superhero lain, tak mempunyai sayap seperti Superman, Batman dan tak punya kekuatan super seperti Hulk ataupun Thor, hanya mempunyai jaring. Jaring inilah yang digunakan spiderman untuk membantu masyarakat melawan kejahatan. Tokoh ini berlatar belakang pendidikan sebenarnya, mulai dari biologi dan fisika serta teknologi, bolehlah dikatakan ini sebagai film yang ber-background sains tapi terlihat manusiawi.

Apakah anda sudah melihat film terakhirnya The Amazing Spiderman, disini Marc webb ingin menampilkan Spiderman yang berbeda dan terlihat natural dibumbui dengan kisah kehidupan anak muda yang berbalut semangat masa muda yang bergelora, dendam dan juga cinta.

Seperti superhero lainnya yang tak ingin dikenal identitas pribadinya, Spiderman pun tak mau identitasnya diketahui, tapi dalam film terakhirnya ini, Peter Parker memperlihatkan identitasnya kepada seorang gadis yang dicintainya, kenapa harus demikian? Dalam pengertian menurut saya, Spiderman itu manusia biasa juga, saat harus melawan kejahatan di dunia diapun ingin ada orang yang mengetahui, orang yang bisa merawat dirinya saat terluka, orang yang bisa mengerti dan itu dikatakan kepada gadis yang ia cintai.

Peter parker pun manusia biasa, yang juga ingin mencintai dan dicintai, tidak salah ketika ia jatuh cinta dengan Gwen Stacy, yah menurut saya memang pas kalau ia memilih Emma watson yang memerankan Gwen stacy untuk jadi gadis yang dicintainya, kalaupun saya jadi Peter parker saya juga akan jatuh hati liat Gwen, secara mahluk halus ini sangat cantik ditambah pipinya yang sedikit chabi, gemes liatnya.... looh kenapa jadi bahas si Gwen yah, balik ke Blog.... hehehe

Kisah cinta Peter parker dalam film The amazing spiderman hampir sama seperti kisah yang nyata di dunia, saya ambil kisah cinta Soe hok gie, loh kenapa harus Soe hok gie? Di akhir film The Amazing Spiderman, ada gambaran yang hampir sama dengan dua tokoh ini, dimana saat ayah Gwen Stacy yang seorang polisi telah mengetahui siapa spiderman itu sendiri yang sebenenarnya adalah kekasih anak gadisnya Peter Parker, Ayahnya sangat mengagumi kekuatan dan keberanian Spiderman, tapi saat sang ayah sekarat karena luka yang diakibatkan oleh musuh sang spiderman, Mr. Stacy berpesan kepada Peter parker "Mau kah kau Berjanji untuk meninggalkan anak gadisku? dengan berat hati Peter parker meng'ia-kan nya. Loh kenapa Mr. Stacy, kenapa dia tidak merestui hubungan Peter parker dengan anak gadisnya, bukankah dia harusnya merasa bangga ketika anaknya menjalin hubungan cinta dengan orang yang melawan kejahatan di dunia ini, lantas kenapa dia harus berkata seperti itu??.

Hampir semua orang tua di dunia ini memang tidak mau mengambil resiko dalam hubungan cinta dan juga masa depan anak gadisnya, orang tua kebanyakan hanya mencari jalan aman dan terkadang membatasi anaknya untuk melakukan hal yang mereka anggap berbahaya dan keluar dari kehidupan nyamannya.

Ini pula yang dialami oleh Soe hok gie saat ingin mendekati dan menjalin kasih dengan gadis yang ia cintai, dia menceritakan permasalahannya dengan Arief Budiman kakaknya, “Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya bicara dengan ayahnya si..., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya tanpa tulisan-tulisan saya. Tetapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar risikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya”.

Ketika ada perasaan antara seorang pemuda dengan seorang gadis, dan mereka meyakini ini perasaan yang berbeda, tidak sama dengan hubungan persaudaraan ataupun pertemanan. Perasaan ituh tumbuh atas dasar kekaguman diantara keduanya, tapi saat perasaan itu mereka sadari dan sangat ingin memiliki, mereka harus terpisahkan oleh suatu hal yang mungkin sangat prinsipal atau cara pandang dalam memaknai kehidupan dan terkadang pemuda serta gadis ini pun tak mengerti kenapa harus ada perbedaan cara pandang pada lingkungan keluarga atau lingkungan kehidupan dan akhirnya mereka terpisah sebelum memiliki.

Soe Hok Gie: Yang Muda Yang Bercinta

Pada Tulisan tentang Shoe hok gie yang kedua ini, saya akan menulis tentang Shoe hok gie dari sisi yang lain. Shoe hok gie sendiri adalah manusia biasa, ditengah pertentangan politik dinegeri ini pada saat itu, Gie pun banyak bercerita tentang hubungan cinta dengan beberapa gadis dalam buku hariannya.

Ketika menginjak umur tujuh belas tahun, dia beranggapan bahwa cinta murni itu tidak ada, entah penalaran dari mana dan beranggapan bahwa cinta = nafsu. Namun setelah berumur dua puluh tahunan dia sendiri sangsi akan pendapatnya sendiri. "Bagiku cinta bukan perkawinan. Dulu kurang lebih 1-2 tahun yang lalu aku yakin bahwa cinta=nafsu. Tapi aku sangsi akan kebenaran itu. Aku kira ada yang disebut cinta yang suci. Tapi itu akan cemar bila kawin. Akupun telah pernah merasa jatuh simpati dengan orang-orang tertentu, dan aku yakin itu bukan nafsu."

Dalam buku hariannya Gie menuliskan kegelisahan hatinya. Kisah cinta Soe hok gie sangatlah berliku,  banyak pertentangan dari keluarga gadis yang ia cintai dan menganalogikan dirinya sebagai seorang tentara pembebasan. "Mereka dipuja-puja, dianggap sebagai pahlawan sebagai tentara pembebas. Namun, jika ada anak perempuan ingin dinikahi, semuanya akan berkata, “nanti dulu”. 

Dia pun pernah berkata“Saya juga mulai menyadari reaksi ibu (dari) Maria. Orang-orang Tionghoa ini senang pada saya karena saya berani, jujur, dan berkepribadian. But no more than that. Pada saat mereka sadar bahwa saya ingin menjadi in-group mereka, mereka menolak; Soe baik tetapi tidak untuk keluarga kita.”

Shoe hok gie pun pernah mengutarakan isi hantinya kepada Arief Budiman kakaknya. Kemudian, dia juga jatuh cinta dengan seorang gadis. Tapi orangtuanya tidak setuju – mereka selalu dihalangi untuk bertemu. Orangtua gadis itu adalah seorang pedagang yang cukup kaya dan Hok Gie sudah beberapa kali bicara dengan dia. Kepada saya, Hok Gie berkata: “Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya bicara dengan ayahnya si..., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya tanpa tulisan-tulisan saya. Tetapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar risikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya”.

Dan sebuah sajak berjudul "Sebuah Tanya" mungkin mencerminkan bagaimana kegelisahan hatinya :

Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan-pelan
Di lembah kasih, lembah Mandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau
Dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Lampu-lampu berkelipan di Jakarta yang sepi
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya

Kau dan aku berbicara
Tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi suram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang kita tidak mengerti

Seperti kabut pagi itu
Manisku, aku akan jalan terus
Membawa kenang-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru.

Soe Hok Gie: Sang Demonstran

"Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah berkecamuk di pasifik". Inilah kalimat pertama yang ditulis oleh seorang anak yang masih berusia lima belas tahun pada saat itu. Tulisan yang menjadi awal dari manusia yang menjadi panutan dan sumber inspirasi sebagian pemuda dan manusia di negeri ini, termasuk penulis sendiri yang amat mengagumi catatan, kritikan dan juga kegiatan alam terbukanya.

Apa yang membuat Soe hok gie atau yang dikenal dengan nama pendeknya Gie amat dikenang dan menjadi cerminan mahasiswa yang merdeka dan membela rakyat di negerinya. Tentulah karena dia seorang yang idealis, lurus dan berani, didalam catatan hariannya sendiri dia menulis "Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan".

Ketidakadilan yang dia lihat dilingkungan sekitarnya menumbuhkan rasa kepedulian, rasa keberanian dan juga rasa pemberontakan kepada negeri ini. Apapun yang bisa dia lakukan untuk rakyat di negeri ini akan dia lakukan dengan sepenuh hati, mulai dari menulis kritikan yang tajam kepada pemerintahan pada saat itu, ataupun harus turun ke jalan untuk memprotes kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat di negeri ini. Dia lah pelopor aksi yang bernama Long march yang saat ini sering di lakukan oleh para pendemo saat menyuarakan aspirasinya. Seorang yang bertubuh tidak besar dan kurus ini mempunyai nyali yang sangat besar, pernah pada suatu demonstrasi dia merebahkan tubuhnya di depan kendaraan Lapis baja (Panser). Dari sinilah peran mahasiswa yang dianggap sebagai kaum intelektual sangat berperan besar dalam meruntuhkan dinding ketikadilan di negeri ini dalam upaya membangun negeri ini kearah yang lebih baik.

"Generasi kita ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua. Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia". Kutipan ini yang penulis ambil dalam Buku catatan Seorang Demonstran, bagaiman jiwa pemberontak yang kuat dan semangat keberanian yang dimiliki Shoe hok gie sangat membara untuk melawan ketikadilan dan kesewenang-wenangan di negeri ini.

Cara demonstrasi yang dilakukan Soe hok gie terbilang unik, bukanlah dengan cara yang anarkis dengan merusak fasilitas umum, tapi dalam diri dia sendiri menolak demonstrasi dengan cara yang merugikan tersebut, walaupun hal itu sering kali tidak bisa dihindari dalam sebuah demonstrasi. Soe sendiri menggunakan cara-cara yang elegan dan menggelitik, dengan cara menulis kritikan dalam media cetak, ataupun dengan cara yang kreatif seperti menciptakan yel-yel bersama temannya dan menyanyikannya di depan seorang menteri yang dipaksa menghadapi mahasiswa, Yel-yel nya seperti ini: "Tek..kotek..kotek...kotek.. Ada menteri Tukang objek" dan banyak lagi yel-yel yang diciptakan atau dengan memberikan alat make up berupa lipstik dan bedak kepada anggota dewan agar mereka dapat bersolek dihadapan penguasa. Cara seperti ini yang menurut penulis memberikan efek psikologis yang sangat besar bagi masyarakat, dan cara yang sangat cerdas tanpa harus membenturkan fisik antara tentara dan mahasiswa serta masyarakat pada saat itu.

Apa yang diperjuangkan Shoe hok gie pada saat itu boleh dikatakan berhasil, Indonesiapun punya pemerintahan baru, akan tetapi pemerintahan yang barupun tak dapat merealisasikan isi perjuangan yang di suarakan oleh Soe hok gie dan rekan mahasiswa.

Disaat banyak mahasiswa yang masuk dalam lingkup penguasa, anggota dewan ataupun yang berada dilingkup pemerintahan. Gie tetap teguh pada pendiriannya, tidak tergoda dengan kilauan dunia, walaupun semua tahu dialah yang menjadi lokomotif perubahan dan runtuhnya pemerintahan orde lama. Sikap inilah yang membuat dia dimusuhi, tapi dia tetep lurus dan lebih mengambil sikap tidak populer.

Tidak hanya dipemerintahan dia pun banyak mengkritik kebijakan ditempat dia menuntut ilmu dan juga tempat dia mengajar sebagai dosen yaitu Universitas Indonesia yang menurutnya banyak sekali melakukan korupsi dan penyelewengan.

Gie, kau lahir dari kaum minoritas, banyak yang mengejekmu karena kecinaanmu...
Aku ingin mengatakan kepada mereka, apa yang telah kalian perbuat wahai kaum mayoritas untuk negeri ini
Hanya bisa berteriak lantang, dan bangga akan ke mayoritasanmu
Beranikah kau seperti dia atau hanya sekedar ikut-ikutan
Gie, hadirlah dalam jiwa setiap pemuda dinegeri ini
Sahabat marilah kita membangun negeri ini bersama
Tanpa ada mayoritas ataupun minoritas,
karena dalam setiap belahan dunia akan ada mayoritas dan minoritas
Bangunlah dengan rasa cinta dan kasih sayang serta kepedulian sesama...

Sentra Operasi

Apa yang kalian pikirkan tentang sebuah kata 'Sentra Operasi' ? mungkin akan berpikir ini berkaitan dengan kesehatan atau rumah sakit. Hmmm... tidak salah memang, tapi Sentra Operasi yang saya maksud disini adalah nama sebuah Divisi, pusat semua transaksi dari sebuah perusahaan yang menjadi bagian dari BUMN. Tidak mungkin saya menuliskan Nama Perusahaan tersebut, tapi saya akan menuliskan apa yang ada didalamnya dari sisi yang berbeda dan manusiawi.

Senin pada bulan setelah Maret, Saya menjejakan kaki pada perusahaan ini, pertama saya datang terlihat orangnya tidak perduli, dan saya terlihat seperti kambing kebingungan hanya melihat para pegawainya mondar-mandir atau sekedar melihat aktivitas mereka. Tetapi yang sedikit menggelitik saya dan mungkin jarang, sebuah perusahaan memainkan musik dengan volume tinggi, saya ingat sekali lagu yang saya dengar itu lagunya Sabrina, itu loh penyanyi solo yang sering nyanyiin lagu orang lain dengan versi akustik. Dari situ saya mulai merasa aneh pada perusahaan ini.

Istirahat makan siang pun tiba, saya turun ke kantin untuk mengisi perut yang sudah lapar dan menghilangkan kejenuhan karena menjadi kambing bingung hampir setengah hari.. heee. setelah istirahat kembali saya ke sofa yang sama, tetap menjadi kambing yang kebingungan sampai akhirnya pulang dengan kisah yang tak berkesan. Tapi dari sinilah sebuah cerita dan petualangan akan dimulai.

Setelah beberapa hari, beberapa bulan, saya baru menyadari bahwa sebenarnya kantor ini penuh dengan kreativitas dan banyak sekali potensi yang tersimpan disini. Saya lebih menganggap bahwa ini bukanlah kantor melainkan kampus, karena terlalu banyak ide-ide kreatif yang ada dalam otak pekerja-pekerja ini.
Saya beranggapan mungkin karena Kepala Divisi saat itu adalah orang yang suka dengan hal yang berbeda dan orang yang menentang arus. Membebaskan setiap ide yang ada untuk di realisasikan. Kalaupun ini kantor mungkin saya akan menyebut ini adalah kantor Production House... hehee

Pada saat acara ulang tahun perusahaan BUMN ini, Divisi inilah yang tampil dan memeriahkan suasana, tampil dengan berbagai ide kreatifitas yang membuat orang tersenyum dan menepuk tangan mereka tanda salut. Dan puncak kreatifitasnya ada pada saat acara In House Training. Di acara inilah segala bentuk kreativitas muncul, mulai dari tari, nyanyi, pementasan drama sampai pemutaran film yang dibuat sendiri oleh pekerja-pekerja luar biasa ini, disuguhkan dengan kecerian dan penyajian yang sangat berbeda.

Tidak hanya pikiran kreatif yang hebat dalam perusahaan ini, tetapi pribadi personalnya yang juga baik, lingkungan kerja yang kondusif, nyaman, penuh dengan kekeluargaan. Dan yang saya sukai disini adalah terjalinnya persahabatan yang erat, persahabatan yang apa adanya, disini kita bisa menyalurkan kreatifitas kita, bermain futsal, bermain basket, bermain voli, bermain bulutangkis ataupun kegiatan naik gunung, hal inilah yang membuat keterikatan antara satu individu dengan individu yang lain menjadi erat. Lingkungan kerja yang tidak hanya melulu kerja, akan tetapi kita bisa tertawa setiap hari, bisa mengukirkan senyum simpul kita dan semoga akan selalu seperti itu.

Akan tetapi sangat disayangkan satu persatu pekerja-pekerja luar biasa itu pergi dan mengundurkan diri, bukan karena mereka tidak nyaman akan lingkungan kerja, tetapi kebijakan dari manajemen perusahaan inilah yang membuat mereka harus pergi dan meninggalkan cerita indahnya disini. Karena merekapun punya mimpi yang mungkin sederhana seperti orang hidup lainnya, menginginkan penghargaan dan kepastian dari tempat mereka bekerja, menginginkan kehidupan yang layak karena nantinya akan menatap masa depan dengan cinta dari pasangan masing-masing dan membangun sebuah keluarga kecil, karena itu menjadi sebuah impian manusia yang ada di planet yang semakin tua ini.

Pengertian tulisan yang berwarna Hijau :
  • BUMN: Badan Usaha Milik Negara
  • Production House: Perusahaan yang membuat sebuah Film / Sinetron
  • In House Training: Acara kantor yang berada diluar kantor untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang produk perusahaan tersebut dengan cara yang lebih segar, biasanya dilakukan di luar kota.

Sekedar Kata

Akhirnya setelah lama absen dari dunia ke-Blog'an, saya tak kuasa untuk menahan hasrat untuk kembali menulis, dulunya saya pernah mempunyai website berbasis CSS, tapi karena jarang update selama setahun dikarenakan sibuk kerja, akhirnya website yang saya bangun selama dua tahun itu saya berikan kepada salah satu teman di suatu forum. Sangat disayangkan memang karena visitor website saya dulu sebenernya cukup banyak, perhari 5.000 sampai 10.000 visitor dan biasanya sebelum sampai akhir bulan sudah tidak bisa dilihat karena batas bandwitch sudah melewati.. heee
Dan akhirnya saya ingin kembali menulis tentang apa saja yang menarik menurut saya, Saya kembali menulis karena ada sebuah petikan kata dari Imam Ghazali : "Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah..
Semoga nantinya tulisan saya bermanfaat untuk saya sendiri terlebih juga orang lain....

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 NgabluTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.