Apakah kalian punya Tokoh pahlawan dari serial komik ataupun dari kalangan superhero? Kalau punya kalian sama dengan saya, banyak tokoh superhero dari komik ataupun dalam perfilman hollywood, tetapi saya meilih tokoh spiderman sebagai tokoh animasi saya saat saya masih kecil hingga saat ini.
Tokoh ini sedikit berbeda dari tokoh superhero lain, tak mempunyai sayap seperti Superman, Batman dan tak punya kekuatan super seperti Hulk ataupun Thor, hanya mempunyai jaring. Jaring inilah yang digunakan spiderman untuk membantu masyarakat melawan kejahatan. Tokoh ini berlatar belakang pendidikan sebenarnya, mulai dari biologi dan fisika serta teknologi, bolehlah dikatakan ini sebagai film yang ber-background sains tapi terlihat manusiawi.
Apakah anda sudah melihat film terakhirnya The Amazing Spiderman, disini Marc webb ingin menampilkan Spiderman yang berbeda dan terlihat natural dibumbui dengan kisah kehidupan anak muda yang berbalut semangat masa muda yang bergelora, dendam dan juga cinta.
Seperti superhero lainnya yang tak ingin dikenal identitas pribadinya, Spiderman pun tak mau identitasnya diketahui, tapi dalam film terakhirnya ini, Peter Parker memperlihatkan identitasnya kepada seorang gadis yang dicintainya, kenapa harus demikian? Dalam pengertian menurut saya, Spiderman itu manusia biasa juga, saat harus melawan kejahatan di dunia diapun ingin ada orang yang mengetahui, orang yang bisa merawat dirinya saat terluka, orang yang bisa mengerti dan itu dikatakan kepada gadis yang ia cintai.
Peter parker pun manusia biasa, yang juga ingin mencintai dan dicintai, tidak salah ketika ia jatuh cinta dengan Gwen Stacy, yah menurut saya memang pas kalau ia memilih Emma watson yang memerankan Gwen stacy untuk jadi gadis yang dicintainya, kalaupun saya jadi Peter parker saya juga akan jatuh hati liat Gwen, secara mahluk halus ini sangat cantik ditambah pipinya yang sedikit chabi, gemes liatnya.... looh kenapa jadi bahas si Gwen yah, balik ke Blog.... hehehe
Kisah cinta Peter parker dalam film The amazing spiderman hampir sama seperti kisah yang nyata di dunia, saya ambil kisah cinta Soe hok gie, loh kenapa harus Soe hok gie? Di akhir film The Amazing Spiderman, ada gambaran yang hampir sama dengan dua tokoh ini, dimana saat ayah Gwen Stacy yang seorang polisi telah mengetahui siapa spiderman itu sendiri yang sebenenarnya adalah kekasih anak gadisnya Peter Parker, Ayahnya sangat mengagumi kekuatan dan keberanian Spiderman, tapi saat sang ayah sekarat karena luka yang diakibatkan oleh musuh sang spiderman, Mr. Stacy berpesan kepada Peter parker "Mau kah kau Berjanji untuk meninggalkan anak gadisku? dengan berat hati Peter parker meng'ia-kan nya. Loh kenapa Mr. Stacy, kenapa dia tidak merestui hubungan Peter parker dengan anak gadisnya, bukankah dia harusnya merasa bangga ketika anaknya menjalin hubungan cinta dengan orang yang melawan kejahatan di dunia ini, lantas kenapa dia harus berkata seperti itu??.
Hampir semua orang tua di dunia ini memang tidak mau mengambil resiko dalam hubungan cinta dan juga masa depan anak gadisnya, orang tua kebanyakan hanya mencari jalan aman dan terkadang membatasi anaknya untuk melakukan hal yang mereka anggap berbahaya dan keluar dari kehidupan nyamannya.
Ini pula yang dialami oleh Soe hok gie saat ingin mendekati dan menjalin kasih dengan gadis yang ia cintai, dia menceritakan permasalahannya dengan Arief Budiman kakaknya, “Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya bicara dengan ayahnya si..., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya tanpa tulisan-tulisan saya. Tetapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar risikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya”.
Ketika ada perasaan antara seorang pemuda dengan seorang gadis, dan mereka meyakini ini perasaan yang berbeda, tidak sama dengan hubungan persaudaraan ataupun pertemanan. Perasaan ituh tumbuh atas dasar kekaguman diantara keduanya, tapi saat perasaan itu mereka sadari dan sangat ingin memiliki, mereka harus terpisahkan oleh suatu hal yang mungkin sangat prinsipal atau cara pandang dalam memaknai kehidupan dan terkadang pemuda serta gadis ini pun tak mengerti kenapa harus ada perbedaan cara pandang pada lingkungan keluarga atau lingkungan kehidupan dan akhirnya mereka terpisah sebelum memiliki.

0 komentar:
Posting Komentar