Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part II

Sudah lama sekali catatan ini menggantung, tadinya mau saya lanjutkan tapi karena harus mempersiapkan pendakian ke semeru, akhirnya catatan pendakian merbabu part II ini saya lanjutkan sekarang. Oia Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part I ada disini.

Okey saya lanjut. Haripun berganti Minggu, saya dan teman-teman STO bangun subuh hari karena memang kami berencana untuk berangkat pagi-pagi sekali, setelah bangun kami lanjut sholat subuh di musholla yang ada di atas Mapala Satau Bumi ini, setelah selesai sholat subuh kami mempersiapkan perlengkapan pendakian dan logistik, caril yang dibawa hanya enam termasuk satu caril yang dibawa oleh anak satu bumi, satu caril yaitu caril rafli dititipkan di sekretariat satu bumi untuk menghemat tenaga nantinya kita akan bergantian menggendong si caril dalam pendakian. Kami pun siap berangkat menuju terminal, kami dianter menggunakan sepeda motor oleh kawan-kawan satu bumi.

Persiapan menuju Terminal diantar oleh kawan dari Satu Bumi

Kamipun berangkat meninggalkan sekretariat satu bumi menuju terminal yang letaknya lumayan jauh, sekitar 40 menit, tapi diperjalanan anak mapala satu bumi mengajak kami untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke terminal dan memulai pendakian, ini sangat berguna sekali karena energi yang akan kita keluarkan amatlah banyak nantinya, jadi biasakanlah sarapan sebelum mendaki.. hehehe
Sarapan sebelum pendakian


Setelah sarapan kami pun diantarkan menuju terminal (Saya lupa namanya) dari terminal kami menggunakan bus, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam-an menuju desa blabak, dari desa blabak kami melanjutkan dengan kendaraan mobil pick-up tertutup menuju boyolali, setelah tawar menawar kami pun siap berangkat, kalau tidak salah biayanya sekitar 100rban.
 Tiba di Desa blabak
Di dalam mobil Pick-up menuju Boyolali

Oia hampir lupa, saya mau memperkenalkan teman dari satu bumi, mereka yang akan menjadi guide kami selama pendakian di merbabu.
Koyot dan Matsu sahabat sekaligus guide kami selama pendakian merbabu

Setelah sampai Boyolali kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Mobil Angkot, lagi-lagi kami harus pintar menawar disini dan kami sepakat untuk membayar biaya sebesar dan kalau tidak salah 100-150 rb sampai basecamp Selo.
Didalam angkot dan tempat penyewaan angkot di boyolali

Setelah melewati jalan yang berliku karena melewati pinggiran jurang kami sampai di basecamp Selo, setelah sampai kami beristirahat minum teh manis hangat kemudian belanja merchandise merbabu ditempat ini, saya membeli kaos lengan panjang merbabu dan gantungan serta stiker sebagai kenangan. Setelah beristirahat kami kemudian packing ulang. Oia sepanjang jalur selo kita tidak akan menemukan sumber mata air, karena itu dibasecamp inilah terakhir kita mengambil air untuk kebutuhan selama pendakian, kami megisi 5 drigen yang sudah kami bawa dari jakarta.
 
Basecamp Selo
 Packing ulang dan mengisi air

Setelah istirahat dan packing ulang kami siap untuk mendaki... wooowww!! akhirnya kita mendaki juga satu hari telat dari planing kita sebelumnya. Pendakian pun dimulai dari basecamp selo, 50meter-100 meter tiba-tiba.. looh saya kenapa ini, nafas saya sesak sekali dengan bawaan caril yang cukup berat, saya memang baru mendaki lagi terakhir saya mendaki itu ke pangrango teepatnya sih cuma jalan ke air terjun ciberem aja.. hehe, sayapun punya ide untuk alasan buang air kecil, berharap rafli yang hanya membawa air dan tas kecil mau membawa caril saya yang besar dan taktik ini berhasil.. hahahaha, akhirnya si caril yang gede itu dibawa oleh rafli saya gantian membawa air dan juga tas kecil.
Pendakian dimulai....!!!

Baru beberapa meter kami sudah beristirahat.. wkwkwkwk, memang faktor umur kali yah dan kebiasaan, baru beberapa meter sudah harus beristirahat.
Istirahat sejenak lepas beban dulu...


Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju pos 1 Dok.Malang, sampai disana kita membuka logistik untuk makan siang dan mulai memasak air panas untuk menyeduh kopi dan susu, dan yang menjadi perhatian adalah saat logitik yang dibawa oleh denis dibuka, berisi roti dan selai dalam ukuran gelas berjumlah banyak. wkwkwkwk, semua yang melihat tertawa geli melihat banyaknya logistik yang dibawaa dan gak lazim dibawa sebagai logistik pendakian. Memang denis baru pertama kali mendaki gunung jadi bawaan makanannya boleh dikatakan premium, seharusnya logistik seperti itu dibawa pada saat tamasya di kebun raya bogor atau di kebun binatang ragunan.. wkwkwkwk, sekali lagi kami semua tertawa geli.

Istirahat makan siang di POS 1

30 menit kami habiskan untuk makan siang dan melepas lelah di pos 1 dan kami harus melanjutkan menuju sabana 2, sebagai tempat bermalem kami, trek pun lumayan bersahabat dengan sedikit tanjakan dan banyak bonus tapi kami menemukan banyak sekali pohon yang tumbang, menurut info memang semalem sebelum kami mendaki terjadi badai di merbabu.. whattt the.... ****??? badai!!! kamipun harus merunduk melewati pohon yang tumbang tersebut.
Dasar memang kami ini semua golongan narsis, sebelum sampai pos 2 pandean, kami asik foto-foto untuk mengambil sejepret bahkan 10 jepret foto. setelah menempuh perjalan sekitar satu jam setengah dari pos 1 akhirnya kami sampai di pos 2 pandean kemudian kami beristiraht kembali.
 Foto di bukit sebelum pos 2 Pandean
pos 2 pandean

Istirahat sekitar 10 menit ambil foto setelah itu melanjutkan pendakian, dan tiba-tiba denis meminta untuk bergantian membawa caril, dia meminta saya membawa caril yang berisi logitik. Damn!!!, looh becanda kan sob gak beneran kan..!!.
saya yang sudah nyaman membawa air dan tas daypack harus gantian membawa ransel yang besar itu lagi.. hadehhhh, ya sudahlah memang harus seperti itu, bergantian membawa berat beban di pundak, saya gak boleh egois.
Sepanjang jalam menuju pos 3 Batu tulis banyak kami menemui pendaki yang sedang turun, kebanyakan dari mereka mendaki lewat jalur wekas dan turun lewat jalur selo, kami saling menyapa, saling senyum dan saling bercanda. ya Tuhan dimana lagi kami bisa menemukan persahabatan polos selain di hutan dan di gunung, persahabatan yang tulus.
Kami melanjutkan pendakian, trek yang dilewati masih sama naik dan banyak bonus, sepanjang jalan kami melihat sekumpulan edelwis yang mulai tumbuh, sekitar satu setengah jam dari pos 2 kamipun tiba di pos 3 batu tulis, saya pun sejenak melamun memandang hamparan padang sabana yang begitu indah dikelilingi perbukitan, indah sekali sob.. indah... ditemani kabut tipis yang turun pelan-pelan dilembah kasih. angin kencang menampar wajah kami, disini memang sangat dingin dan kabut begitu pekat.
Kami membuka logistik dan mulai memasak mie instan untuk makan, karena baru kali ini kami makan lumayan besar karena di pos 2 kami hanya makan roti dan makanan ringan, masak di antara angin yang bertiup kencang susah sekali, untuk sekedar menyalakan kompor membutuhkan sedikit perjuangan, tubuh saya pun kedinginan tapi sukurlah mie hangat ini mampu untuk setidaknya menghangatkan tubuh dan mengisi perut yang sudah sangat lapar ini. Disini kami tetap mengeluarkan sikap narsis kami, apalagi kalau bukan foto-foto, sampai matsu dan koyot anak satu bumi keheranan melihat aksi narsis kami... hahaha
 
Menikmati indahnya ciptaan-Nya, diterpa kabut tipis yang turun pelan-pelan di lembah kasih

Pos 3 batu tulis kami tinggalkan dengan kedinginannya, melanjutkan perjalanan menuju sabana 2 tempat kami akan mendirikan tenda dan bermalam, kami melewati pos 4 yang biasa disebut dengan sabana 1, dari pos 3 menuju pos 4 trek lumayan, kita harus naik terus, sepanjang jalan kita bisa melihat gunung merapi dibelakang kita, sekali lagi thats great man!!!
 Foto dengan background Gn, Merapi.. amazing!!

Melanjutkan perjalanan menuju pos 5 tempat kami bermalam, waktu menunjukan jam 4 kami harus cepat agar tidak kemalaman mendirikan tenda, karena udara disini sangat dingin, inilah mungkin perjalanan yang paling indah yaitu dari pos 4 menuju pos 5 dari sabana 1 menuju sabana 2, perjalanan disuguhkan dengan pemandangan yang benar-benar indah, kami melewati bebarapa bukit untuk sampai ke sabana 2 dengan trek yang banyak sekali bonus, oia istilah bonus sendiri berarti jalan yang landai tidak menanjak.
 Pos 4 sabana 1 dan perjalanan menuju sabana 2, beautiful...!!

Kami berjalan melewati bukit satau kemudian bukit kedua sambil menahan beban berat ransel yang kami bawa, tapi sejujurnya kamipun sangat menikmati perjalanan ini, Tuhan itu memang indah membuat tempat ini dengan komposisi yang hanya bisa dikatakan saat kalian bisa kesini. lelah melewati beberapa bukit sayapun melihat sebuah lembahan dan ada yang memberitahu saya bahwa itulah pos 5 sabana 2 yang nantinya akan menjadi tempat kami bermalam mendirikan tenda, dalam hati berkata "syukurlah..akhirnya bisa istirahat semalam dan melepas beban. Caril pun dibuka isi dikeluarkan, tenda didirikan, beberapa kali kami harus mengatur tempat yang cocok untuk mendirikan tenda agar tenda tak rubuh terbawa angin kencang, akhirnya tenda saling berhadapan dan diikat dengan tali ke pohon edelwis, what edelwiss...?? bunga abadi itu lagi.
 Pos 5 Sabana 2
Mendirikan tenda dan bermalam di pos 5

Setelah tenda didirikan kamipun mulai memasak, disini yang menjadi koki adalah matsu anggota satu bumi yang selama ini menjadi sahabat sekaligus potter kami. hehe, oia sedikit tentang matsu, orang ini amat sangat kocak, perjalanan tak akan membosankan saat bersama dia, orangnya supel, slengean dan amat lucu beda dengan koyot yang agak sedikit pendiam.
Waktu menujukan jam 6 sore tapi sudah amat gelap dan dingin sampai saya pun harus memakai 3 lapis saking dinginnya. Air sudah matang weldi pun menyeduh kopi susu dan teh manis, saya dan yang lainnya langsung menyeruput minuman hangat tersebut, tak berapa lama masakanpun matang dan langsung kami lahap, rupanya dingin membuat kami semua bertambah lapar. disela makan kamipun bercengkrama dalam dinginnya malam, weldi berkata "seharusnya perjalanan ini kita tembuh dalam waktu 5 jam tapi kami menempuh dengan waktu 8 jam.. wkwkwkwk, karena beberapa meter istirahat dan narsis untuk menjepret satu bahkan sepuluh foto, mungkin tidak ada pendaki yang senarsis kami di dunia ini.. hahahaha.
Suasana malam di dalam tenda

Saya akui walaupun sudah didalam tenda dan memakai pakain 3 lapis tetap saja saya merasa kedinginan, suara angin seperti suara ombak yang menghantam karang, saya menulis ini tidak berlebihan tapi memang kenyataannya seperti itu, walhasil saya tidur dengan tubuh yang menggigil.
Mentari mulai malu-malu keluar dari persemayamannya, weldipun membangunkan saya untuk melihat sabana 2 pagi hari, dalam balutan jaket tebal saya pun keluar dan asik menjepret foto, kalau anda pernah menonton serial anak teletubis, seperti itulah bayangan sabana 2, dikelilingi bukit dan lembahan, kami seperti para alien tersebut yang bermain ditengah dinginnya udara.

Kami mulai memasak sarapan dan ada yang aneh dengan botol minyak dan gelas yang berisikan selai cokelat keduanya membeku bersama dengan sendok didalamnya, sehingga kita bisa menganggkat gelas tersebut dengan sendok.. hahaha, pantesan semalem saya menggigil, dan satu lagi, pagi hari kami memasak super bubur, baru sekitar 5 menit bubur tersebut sudah menadi beku dan tidak bisa dimakan.. wkwkwkwk

Setelah sarapan kemudian kami packing, merapikan tenda dan perlengkapan dan memasukannya kedalam caril, tidak lupa sebelum kami melanjutkan pendakian kami berdoa terlebih dahulu.


Pendakian selanjutnya menuju puncak merbabu sangatlah berat kemiringin disini 45 derajat, sangat terjal mungkin inilah trek yang paling sulit selama perjalanan mendaki gunung merbabu. kami sangat kehilangan tenaga disini, jarak yang seharusnya ditempuh dengan waktu 2 jam saja kami tempuh dengan waktu 4 jam. Nara dan rafli sangat semangat, mereka paling depan diantara kami, nara terlihat seperti anak monkey dengan bawaan ransel dipundaknya bergerak sangat cepat.


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 NgabluTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.