Pendakian Merbabu 3142 Mdpl

Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang pendakian ini, tapi karena baru punya blog lagi, baru bisa deh saya salurkan sekarang. Banyak kesan dalam pendakian ke Gunung Merbabu ini, dari sinilah semua akan dimulai, yah inilah pendakian perdana yang dilakukan STO Adventure, apa sih STO Adventure itu?? *nama yang aneh.

STO Adventure adalah sebuah kegiatan luar lapangan yang biasa dilakukan oleh teman-teman kerja dikantor saya, kegiatannya yah seperti naik gunung ini. STO itu adalah singkatan dari Sentra Operasi, sebuah Divisi dalam sebuah perusahaan BUMN, saya sudah membahas tentang tempat bekerja saya Disini.

Saya harus me-refresh lagi nih ingatan saya, karena kegiatan ini sudah berbulan-bulan yang lalu, kalaupun ada yang harus saya perbaiki pada tulisan ini, nama tempat ataupun biaya yang dikeluarkan, akan saya lakukan bila ada waktu.. hehe

Tadinya pendakian perdana ini akan dilakukan digunung Gede-Pangrango pada bulan September 2011, akan tetapi karena saat itu TNGP masih ditutup, akhirnya pendakian ini dibatalkan. Pendakian perdana ini diracuni oleh Rafli teman kerja saya di Divisi STO ini.

Berbulan-bulan sampai berganti tahun akhirnya rencana itu mengemuka (Bahasanya lebay..ahahaha), Weldi yang waktu itu saya tidak terlalu akrab dengan manusia ini, akhirnya mengajak untuk merealisasikan (mulai deh bahasanya lebay..) rencana untuk naik gunung, setelah disepakati akhirnya kita akan mendaki puncak merbabu yang ada di jawa tengah.

Saya awalnya sempet ragu untuk ikut, karena tanggal pendakiannya pas dengan acara perkuliahan perdana di kampus, saya sendiri saat itu baru meneruskan kuliah saya lagi setelah setahun bekerja. Tapi karena sudah tekad dan kegiatan di alam terbuka lebih menyenangkan dari pada kampus, yappp saya ikut pendakian ke Merbabu.

Kami merencanakan berangkat Tanggal 09-13 Maret 2012. Surat cuti sudah diberikan kepada Supervisor dan disetujui. Dua minggu sebelum pendakian saya sibuk untuk mencari peralatan dan perlengkapan pendakian, cari disini maksudnya minjam bukan beli... xixixi, syukur alhamdulilah ada juga yang mau minjemin perlengkapan.

Hari H pun datang, saya membawa ransel caril menuju tempat kerja, barang saya titip di kosan teman perempuan, makasih yah 'cin dah bantuin naro caril kita.. heee. Saya pun beraktivitas kerja seperti biasa pada hari itu, sampai jam pulang kantor pun tiba, se isi kantor jadi sangat riuh, ketika kita pamit pada rekan-rekan kerja untuk mendaki gunung, apalagi pada saat weldi mengangkat caril dengan ukuran yang besar, banyak yang terbengong dan juga berpikiran heran, ini orang-orang aneh pada mau kemana?, ada yang meminta foto, salah satu teman berkata "kita foto dulu yah, siapa tahu nanti sudah gak sempet lagi..!!" terus saya bilang "Maksud looooohhhhh...!!!".

Pulang kantor kami langsung menuju st.senen, bingung mau naik apa kesana karena kita dikejar waktu, keluar kantor sekitar jam 5 sore dan harus sampai jam 6.30, karena takut terlambat dan melihat lalu lintas jakarta yang amat sangat macet walaupun tidak ada si komo, akhirnya kami putuskan  untuk naik taksi, transportasi yang cukup mahal bagi kami yang berprinsip backpaker, sejam berikutnya kami sampai stasiun senen dengan membayar Rp.50.000,- kepada supir taksi, perlengkapan selanjutnya diturunkan dan dibawa kedalam stasiun senen.

Saya perkenalkan teman-teman yang ikut dalam pendakian ke gunung merbabu ini.
Foto di St. Senen

Dipojok kanan itu Rafli, berikutnya Dannis, Nara, weldi, dan yang paling kiri itu Saya. Gimana? keliatan cowo banget gak.. ahahahaha. Oia ada satu lagi teman yang ikut dalam perjalanan ini yaitu Tabes, teman dari kampus weldi yang katanya sih cinta banget sama kampusnya, makanya gak mau lulus-lulus.. *uups piss
Tabes

Jam 07.00 kami berangkat dari stasiun senen menuju Jogja, kami menaiki kereta ekonomi AC dengan tiket Rp.150.000,-. Sepanjang perjalanan ada yang makan cemilan, ataupun tidur, mungkin saya dan tabes saja yang belum tidur, kami asik mengobrol dengan kumpulan teman yang baru kami kenal yang berasal dari kampus UGM, mereka juga menuju Jogja sehabis berlibur dari singapura. Kamipun nantinya akan ke UGM untuk bertemu teman MAPALA Satu Bumi UGM Fakultas Teknik.
 
Suasana di gerbong kereta

Saya dan tabes asik mengobrol dengan kawan baru kami ini, tanpa terasa saya lupa bahwa sedari pulang kantor saya belum makan, teman-teman yang sudah terlelap tidur mungkin lupa akan kebutuhan makannya sedangkan saya yang masih melek mencoba menahan perut yang minta di isi. Tengah malam kereta pun tiba di stasiun Cirebon, tukang jajananpun mulai meneriaki dagangannya, tadinya sih saya mau membeli salah satu nasi bungkus ataupun makanan yang dijajakan, tapi tiba-tiba... salah seorang teman dari UGM ini membawa bungkusan plastik yang ukurannya lumayan besar dan ternyata berisi makanan sangat banyak sekali yang dibawakan oleh orangtuanya yang berdomisili di kota udang tersebut, diperkirakan akan tersisa lebih bila dimakan oleh kelompok mereka, mereka pun menawari untuk ikut makan bersama, nasi yang kami makan adalah nasi khas cirebon dibungkus dengan daun jati dan lauk yang sebagian besar di masak semur, tanpa ragu saya dan tabespun melahap hidangan gratis yang ditawari oleh gadis dari UGM ini, yang tidur jangan dibangunin biar jatah kita gak berkurang... xixixi.

Setelah makan nasi gratisan yang diberikan oleh mahasiswa UGM, saya mulai mengantuk dan akhirnya tiduran di bawah kursi penumpang dengan sleeping bag, yang biasa naik kereta ekonomi pasti tahulah, karena kereta ini bukanlah kereta model eksekutif yang bisa di atur dan bisa selonjoran.

Tak terasa  waktu menunjukan pukul 04.30 dan berganti hari menjadi sabtu, kami pun tiba di stasiun lempuyangan Jogja yang memang menjadi pemberhentian terakhir kami, kemudian kamipun turun membawa caril dan perlengkapan mendaki kami dari dalam kereta dan mengucapkan selamat jalan kepada teman baru kami dari UGM. Kami istirahat kemudian lanjut sholat subuh dan kembali merapikan barang bawaan kami setelah sebelumnya makan nasi bungkus yang dijajakan oleh seorang nenek yang sudah renta, nasinya enak dan juga murah meriah sebungkus 3 atau 4 ribuan, dengan lauk ayam goreng dan lalapan.
 St. lempuyangan - Jogja
 Sedang Bingung, saya ada dimana inih.....!!!!
ini Weldi foto sama tukang urut.. *ehhh Nara maksudnya.. hihihi
 Tumpukan Cariel

St. Lempuyangan - Jogja

Setelah sampai stasiun kami kebingunan untuk menuju Seketariat MAPALA Satu Bumi Universitas UGM Fakultas Teknik, kami sempat menanyakan kebagian informasi tapi tidak cukup jelas, karena mungkin kami baru, bingung harus naik transportasi apa, akhirnya kami berjalan keluar meninggalkan stasiun Lempuyangan untuk meuju halte Trans jogja karena menurut orang yang kami tanya cuma itu angkutan yang paling cepet dan murah menuju kampus UGM. Tetapi belum sampai halte Trans jogja, saya di tawari oleh seseorang yang membawa mobil Kijang, setelah tawar menawar akhirnya disepakati bahwa ongkos yang kami berikan sekitar Rp.25.000,- diantarkan sampai dalam kampus UGM.

 Berjalan Kaki dari St.Lempuyangan
Mobil yang kita tumpangi, lumayan.. heee

Sekitar jam 09.30 pagi kami sampai di Universitas UGM, Weldi dan Tabes mencoba menelpon salah satu teman MAPALA Satu Bumi untuk menemui kami, selang beberapa menit teman dari UGM tersebut tiba terlihat sangat lusuh dan berambut gondrong seperti bang Rhoma Irama, yaappp dialah Matsu salah satu anggota MAPALA Satu Bumi yang nantinya dialah yang menjadi guide kami meuju puncak Merbabu, kami diantar menuju ke Base camp yang mereka sebut sekretariat Satu Bumi. Kami berjabat tangan kemudian saling mengenalkan diri, anak MAPALA itu harus kenal satu dengan yang lain biar lebih akrab, gituh kali yah.. heeehee

Kami kemudian beristirahat sejenak di Sekretariat satu bumi, tidur-tiduran, weldi dan tabes asik mengobrol dengan beberapa teman dari satu bumi. Setelah tidur-tiduran kamipun mulai mengobrol dengan teman dari Satu Bumi, mereka sangat welcome dengan kami, sederhana, apa adanya, dan mereka selalu melakukan kegiatan apapun itu secara bersama-sama. Mulai dari makan, mereka punya kebiasaan yang unik, lauk yang dimakan semua dijadikan satu dalam piring besar atau kertas nasi dan dilahap secara bersama-sama. mungkin itulah salah satu hal yang membuat hubungan mereka sangat erat. Dan saat kami datang ternyata beberapa anggota MAPALA satu bumi sedang mengadakan kegiatan Rafting (Arung Jeram). 
Sekretariat MAPALA Satu Bumi
 Saling Bercengkrama STO dan Satu Bumi
Makan Bersama dengan Piring Besar... That's cool
Aksi Rafli, Weldi dan Nara di Wall Climbing
Teman Satu Bumi Berdoa dan menyanyikan Hymne Satu bumi

Kami team STO Adventure berencana untuk mendaki pada hari sabtu jam 01.00 pagi, tetapi diundur dan berencana berangkat jam 05.00 sore, kami memang berencana untuk mendaki malam hari, weldi bilang sih seperti itu. Jam 05.00 sore pun tiba tapi tidak ada tanda-tanda kami akan berangkat sore ini, dan kembali kami diberitahukan akan berangkat malam hari yaitu jam 07.00 malam.

Hujan pun turun bersamaan dengan suara adzan maghrib tiba, kami kemudian bergantian sholat, diatas sekretariat ini ada sebuah mushola yang lumayan besar dan bersebelahan dengan organisasi ROHIS. Saya dan nara pun mengobrol dan membahas tentang pendakian ini, yang sampai sekarang belum ada tanda bahwa anak UGM akan mengantar kami ke Gunung Merbabu, karena kebiasaan anak MAPALA adalah menahan tamu dari luar lebih lama, katanya bisa seminggu atau dua minggu baru bisa naek gunung.... busyenggg bisa kena SP 5 ini mah dari bapak kadiv... wkwkwkwk

Akhirnya kami berembug dengan teman dari satu bumi membahas kapan kita berangkat mulai naik gunung. dan mereka mengatakan bahwa kita tidak bisa berangkat malam ini dikarenakan kendaraannya tidak ada, dan terjadi badai di kawasan gunung merbabu hari ini, mendengar itu kami merasa kecewa, karena semangat yang kami bawa dan planing yang sudah di atur jadi mundur, tapi mereka sepakat akan mengantar kami besok pagi-pagi sekali ke gunung merbabu, yappp kami setuju.

Untuk menghilangkan kekecewaan dan untuk menambah keakraban antara kita, Malam itu kami diajak jalan menikmati kota jogja oleh teman satu bumi, kemudian kami berhenti disalah satu rumah makan sederhana bernama "Sego Macan", di rumah makan perpaduan antara angkringan dan cafe ini kami kembali membuka obrolan, semuanya asik dan terasa hangat dan kamipun semakin akrab. Kebiasaan anak MAPALA satu lagi yaitu melayani dan menjamu tamunya, yah kami memang beruntung sekali datang ke MAPALA Satu Bumi, kami merasakan kebersamaan dan kami benar-benar tersanjung dengan perlakuan mereka. Selama kami disana, kami diantar dan semua makananpun mereka yang membayar. Kalian tak akan terlupakan dalam perjalanan hidup kami kawan....

Mengakrabkan diri STO dan Mapala Satu Bumi di R.M.Sego Macan

Setelah puas makan, kami semua kembali ke sekretariat satu bumi untuk beristirahat karena esok pagi-pagi sekali petualangan kami akan dimulai. 
Ceritanya dilanjut yah di  Pendakian Merbabu 3142 Mdpl Part II.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 NgabluTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.